Selasa, 16 April 2013

Peralatan Energi Listrik: Pompa dan Sistim Pemompaan


POMPA & SISTIM PEMOMPAAN
  1. PENDAHULUAN .................................................................................... 1
  2. JENIS-JENIS POMPA............................................................................. 5
  3. PENGKAJIAN POMPA............................................................................ 10
  4. PELUANG-PELUANG EFISIENSI ENERGI................................................ 11
  5. DAFTAR PERIKSA OPSI......................................................................... 18
  6. LEMBAR KERJA .................................................................................... 19
  7. REFERENSI............................................................................................ 21



1. PENDAHULUAN


Bagian ini menjelaskan secara ringkas ciri-ciri utama pompa dan sistim pemompaan. 1
1.1 Pompa dan sistim pemompaan
Sistim pemompaan bertanggung jawab terhadap hampir 20% kebutuhan energi listrik duniadan penggunaan energi dalam operasi pabrik industri tertentu berkisar 25-50% (US DOE,2004).
Pompa memiliki dua kegunaan utama:
  1. Memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lainnya (misalnya air dari aquifer bawah tanah ke tangki penyimpan air)
  2. Mensirkulasikan cairan sekitar sistim (misalnya air pendingin atau pelumas yang melewati mesin-mesin dan peralatan)

Komponen utama sistim pemompaan adalah:
  • Pompa(beberapa jenis pompa dijelaskan dalam bagian 2)
  • Mesin penggerak: motor listrik, mesin diesel atau sistim udara
  • Pemipaan, digunakan untuk membawa fluida
  • Kran, digunakan untuk mengendalikan aliran dalam sistim
  • Sambungan, pengendalian dan instrumentasi lainnya
  • Peralatan pengguna akhir, yang memiliki berbagai persyaratan

Gambar 1. Sistim Pemompaan dalam sebuah
Industri (US DOE, 2001)

(misalnya tekanan, aliran) yang menentukan komponen dan susunan sistim pemompaan.
Contohnya adalah alat penukar panas, tangki dan mesin hidrolik.
Pompa dan mesin penggerak biasanya merupakan komponen yang paling efisien energinya.







Spektrofotometer


Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang dilewatkan akan sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet
Berkas:Spektrofotometri.jpg




Jenis-jenis sperktrofotometer
Spektrofotometer dibagi menjadi dua jenis yaitu spektrofotometer single-beam dan spektrofotometer double-beam. Perbedaan kedua jenis spektrofotometer tersebut hanya pada pemberian cahaya, dimana pada single-beam, cahaya hanya melewati satu arah sehingga nilai yang diperoleh hanya nilai absorbansi dari larutan yang dimasukan. Berbeda dengan single-beam, pada spektrofotometer double-beam, nilai blanko dapat langsung diukur bersamaan dengan larutan yang diinginkan dalam satu kali proses yang sama. Prinsipnya adalah dengan adanya chopper yang akan membagi sinar menjadi dua, dimana salah satu melewati blanko (disebut juga reference beam) dan yang lainnya melewati larutan (disebut juga sample beam). Dari kedua jenis spektrofotometer tersebut, spektrofotometer double-beam memiliki keunggulan lebih dibanding single-beam, karena nilai absorbansi larutannya telah mengalami pengurangan terhadap nilai absorbansi blanko. Selain itu, pada single-beam, ditemukan juga beberapa kelemahan seperti perubahan intensitas cahaya akibatfluktuasi voltase.




















[sunting]